Hadirkan Dua Doktor Sejarah, Pascasarjana INSURI Ponorogo awali Perkuliahan dengan Stadium General

15 September 2024 21:58
Hadirkan Dua Doktor Sejarah, Pascasarjana INSURI Ponorogo awali Perkuliahan dengan Stadium General
Oleh

Insurinews – Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo resmi memulai tahun akademik 2024/2025 dengan menggelar kegiatan Stadium General untuk mahasiswa baru S2. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 15 September 2024 di Aula Aswaja INSURI Ponorogo ini dibuka oleh Rektor INSURI Ponorogo, Prof. Dr. H. Muhammad Suyudi, M.Ag, dengan didampingi oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Jauhan Budiwan, M.Ag, serta Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Nurul Malika, M.Pd.

Acara ini bertujuan untuk memberikan orientasi dan panduan akademik bagi mahasiswa baru, khususnya dalam menghadapi tantangan studi di jenjang pascasarjana. Rektor INSURI, Prof. Dr. H. Muhammad Suyudi, M.Ag dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa baru mampu memanfaatkan kesempatan belajar ini untuk mengembangkan potensi mereka dalam riset dan kajian ilmiah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Arik Dwijayanto, M.A, yang menyampaikan materi mengenai "Pendekatan Sejarah dalam Penelitian Pendidikan Islam," dan Dr. Muhammad Misbahuddin, M.Hum, yang memaparkan "Metode Berpikir Kritis di Perguruan Tinggi."

Dr. Arik menjelaskan pentingnya perspektif sejarah dalam memahami perkembangan pendidikan Islam, memberikan gambaran tentang bagaimana penelitian historis dapat membuka wawasan baru dalam studi pendidikan. "Pendekatan sejarah memungkinkan kita memahami perubahan dan kontinuitas dalam pendidikan Islam, sehingga kita bisa lebih tepat menilai relevansi kebijakan dan praktik pendidikan saat ini," ujar Dr. Arik.

Sementara itu, Dr. Muhammad Misbahuddin menekankan pentingnya metode berpikir kritis dalam lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu berpikir kritis, mempertanyakan berbagai asumsi, dan menganalisis setiap fenomena secara mendalam untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. "Metode kritis adalah kunci untuk menganalisis dan memahami realitas sosial dan akademik secara lebih objektif," tutur Dr. Misbahuddin.

Acara Stadium General ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Pascasarjana INSURI Ponorogo, yang terlihat antusias menyimak materi dari kedua narasumber. Mereka diharapkan dapat menerapkan wawasan yang diperoleh dalam perjalanan akademik mereka ke depan, sekaligus membangun pemikiran kritis yang kokoh dalam menjalani studi lanjutan. 

Dengan adanya acara ini, INSURI Ponorogo berharap mahasiswa baru dapat memulai tahun akademik dengan semangat yang tinggi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pendekatan akademik yang akan mereka temui selama masa studi.