INSURI Gelar International Guest Lecture: Masa Depan Pendidikan Islam di ASEAN

24 Oktober 2025 16:09
INSURI Gelar International Guest Lecture: Masa Depan Pendidikan Islam di ASEAN
Oleh Admisi INSURI

Insurinews, 24 Oktober 2025 – Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo menggelar acara International Guest Lecture pada 24 Oktober 2025 di Ruang Aswaja. Mengusung tema “Masa Depan Pendidikan Islam di ASEAN: Antara Globalisasi dan Kearifan Lokal”, acara kali ini di isi oleh Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D dari Universitas Islam Selangor (UIS) Malaysia.

Acara ini di buka langsung oleh Rektor INSURI Ponorogo Dr. M. Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I, serta di moderatori oleh H.M Adib Fuadi Nuriz, M.A., Ph.D. Kegiatan ini melibatkan seluruh dosen di lingkungan INSURI Ponorogo, serta beberapa elemen mahasiswa yang juga ikut berpartisipasi. Seluruh yang hadir di Ruang Aswaja pada siang ini mengikuti acara dengan saksama.

Pada acara ini Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D sharing mengenai berbagai pengalamannya berkecimpung dalam pendidikan yang ada di Malaysia. Selain itu beliau juga memaparkan tentang bagaimana tantangan pendidikan terkhusus pendidikan islam di era sekarang ini.

“Berbicara tentang pendidikan dua negara yang berbeda ini, antara Indonesia dan Malaysia, semuanya memiliki pro kontra. Hal ini tidak terlepas dari sistem pemerintahan yang berbeda”, ungkap Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D.

Poin yang dibawa oleh Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D pada sesi kali ini yakni bagaimana sejarah pendidikan islam di Malaysia, industrial revolution 4.0, serta bagaimana kesan hal tersebut kepada pendidikan.

“Pendidikan islam dijadikan sebagai mata pelajaran teras, jadi dijadikan sebagai sesuatu yang wajib dan utama di Malaysia”, ungkap Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D.

Pada kesempatan ini juga disampaikan tentang bagaimana dua negara yakni Malaysia dan Indonesia memiliki modal basis kekuatan pendidikan yang kuat dan besar. Sudah sepatutnya kolaborasi terjadi untuk menciptakan pendidikan yang lebih kokoh terkhusus pendidikan islam. 

Setelah pemaparan materi dari Prof. Madya Dr. Mokmin Bin Basri, Ph.D, selanjutnya di buka sesi tanya jawab. Beberapa dosen menyampaikan pertanyaan langsung kepada pemateri berkaitan dengan Universitas Islam Selangor (UIS) Malaysia hingga strategi wakaf yang terjadi di Malayisa. 

Sesi tanya jawab ini menjadi sesi akhir dari acara International Guest Lecture. Acara ditutup dengan kesimpulan dari moderator di mana pendidikan islam di ASEAN ini memiliki keunikan tersendiri. Keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum harus dikembangkan di berbagai aspek.