Talkshow INSURI Ponorogo Perkuat Pemahaman tentang BPJS Ketenagakerjaan

01 Mei 2026 07:46
Talkshow INSURI Ponorogo Perkuat Pemahaman tentang BPJS Ketenagakerjaan
Oleh Admisi INSURI

INSURINEWS — Minimnya pemahaman masyarakat terhadap program BPJS Ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam talkshow yang digelar Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo bersama Santri Preneur Indonesia pada Kamis, 30 April 2026 yang bertempat di Gedung D INSURI Ponorogo.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa sejak 2011 pemerintah telah menghadirkan dua skema jaminan sosial, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, tingkat pemanfaatannya masih timpang.

“Sejak tahun 2011 pemerintah itu sudah mengenalkan 2 macam BPJS yaitu BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan, namun ternyata yang lebih dominan itu adalah BPJS kesehatan sehingga sosialisasi ini sangat diperlukan sekali untuk mengenalkan seberapa bermanfaatnya BPJS ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia menilai, rendahnya kesadaran ini berpotensi merugikan pekerja, terutama dari kalangan informal dan wirausaha muda yang belum memiliki perlindungan kerja. Padahal, BPJS Ketenagakerjaan menawarkan berbagai program seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, hingga jaminan pensiun.

Isu ini menjadi relevan dengan dorongan kewirausahaan yang disampaikan oleh KH Ahmad Sugeng Utomo dan Dr. Asvin Abdurrohman. Keduanya menekankan pentingnya santri menjadi pelaku usaha, yang secara tidak langsung juga membutuhkan perlindungan sosial.

“Miskin itu yang bisa merubahnya hanyalah doa dan usaha,” kata KH Ahmad Sugeng Utomo, menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Dr. Asvin Abdurrohman menambahkan, “santri itu didukung kalau punya usaha, jadi santri itu tidak hanya sekedar belajar tentang akhirat tapi juga belajar tentang dunia juga.”

Melalui forum ini, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperluas literasi jaminan sosial di kalangan mahasiswa dan santri. Harapannya, generasi muda tidak hanya siap bekerja dan berwirausaha, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melindungi diri dari risiko kerja.