INSURI Ponorogo Gelar Acara Guest Lecture bersama Prof. Dr. Khaerunesa bin Isa dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)
Ponorogo, 11 Februari 2025. Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo kembali menggelar kegiatan Guest Lecture, pada kesempatan ini INSURI bekerjasama dengan kampus UTHM Malaysia. Menghadirkan Prof. Dr. Khaerunesa bin Isa dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Acara ini mengangkat tema 'Etika Pemanfaatan AI dalam Pengembangan Riset'.
Guest Lecture atau kuliah tamu merupakan kegiatan perkuliahan untuk menambah ilmu pengetahuan dengan harapan dosen dan mahasiswa dapat berkesempatan memperluas wawasan keilmuwan. Guest Lecture biasanya menghadirkan narasumber dari para pakar perguruan tinggi atau praktisi yang didatangkan dari luar kampus.
“Kami sangat bersemangat untuk menyambut Prof. Dr. Khaerunesa bin Isa dan para peserta yang hadir dalam acara Guest Lecture kali ini. Dengan tema Etika Pemanfaatan AI dalam Pengembangan Riset, kami berharap acara ini dapat membuka ruang diskusi yang lebih baik, bahwa penting bagi kita para akademisi untuk selalu memperhatikan etika dalam penggunaan AI. Demikian sambutan yang diwakili oleh Wakil Rektor 1, beliau Dr. Ahmad Syafi'i SJ, M.SI sekaligus membuka acara.
Selanjutnya, acara dipandu oleh moderator Rinesti Witasari, M.Pd dengan diawali pemaparan materi oleh Prof. Khaerunesa, beliau menjelaskan bahwa AI menjadi suatu kecanggihan teknologi yang tidak mampu dihindari, karena memang manfaatnya secara nyata dapat dirasakan oleh kita semua utamanya para akademisi untuk pengembangan riset. Namun tidak seharusnya AI ini menjadi alat bantu yang digunakan sepenuhnya, karena sejatinya AI ini adalah hanya sebagai alat bantu. AI dapat digunakan untuk membantu menemukan ide, referensi, pengembangan riset, namun kita sebagai orang yang menggunakan AI harus melakukan kontrol atau double cek terhadap apapun informasi yang diberikan oleh AI.
Acara ini menjadi semakin menarik dengan diskusi yang interaktif antara mahasiswa dan narasumber. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.
Pertanyaan yang diajukan beragam, mulai dari hal teknis hingga isu-isu yang lebih konseptual. Narasumber dengan penuh semangat merespons setiap pertanyaan, memberikan penjelasan yang komprehensif. Suasana diskusi semakin hidup, sehingga tercipta ruang diskusi yang dinamis dan bermakna.
Selanjutnya acara diakhiri dengan pernyataan dari beliau Prof Nesa; bahwa AI memang diciptakan sebagai alat yang canggih, namun kita sebagai manusia harus lebih canggih dengan segala pemberian dari Tuhan. Maka tidak seyogyanya kita sebagai manusia sepenuhnya mengandalakan AI.
Kemudian acara ditutup oleh moderator, dan dilanjutkan sesi foto bersama.
Kedepan, diharapkan Guest Lecture dapat terus diadakan secara berkala dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia akademik.
Melalui acara Guest Lecture ini, harapannya mahasiswa dan dosen dapat semakin termotivasi untuk memperdalam wawasan keilmuwan serta membuka peluang kolaborasi akademik antara mahasiswa, dosen, dan para pakar dari berbagai institusi.