INSURI Ponorogo Siap Mendukung Penguatan Mutu Pendidikan Sekolah dan Madrasah Maarif NU
INSURI NEWS - Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo kembali menjadi pusat kegiatan pendidikan daerah ketika LP Ma’arif NU Ponorogo menyelenggarakan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 246/O/2024 serta penguatan Tata Kelola Madrasah/Sekolah Berbasis Web dan Kemandirian, pada Sabtu (15/11) di Aula Utama INSURI Ponorogo. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan produktif dengan melibatkan para kepala madrasah, guru, operator, dan pengelola website dari lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Ponorogo.
Sejak pagi, suasana Aula INSURI tampak dinamis. Para peserta memenuhi ruangan dengan antusiasme mengikuti paparan yang disampaikan para narasumber. Sosialisasi ini menjadi penting mengingat adanya perubahan kebijakan akreditasi yang menuntut lembaga pendidikan untuk menyesuaikan tata kelola dokumen, penguatan data, serta inovasi digital yang lebih terukur. Selain pemaparan terkait regulasi terbaru, kegiatan ini juga mengulas bagaimana madrasah dapat membangun tata kelola berbasis web untuk meningkatkan transparansi, pelayanan publik, dan kemandirian lembaga.
Sebagai tuan rumah, Rektor INSURI Ponorogo, Dr. M. Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I, menyampaikan sambutan yang menegaskan komitmen INSURI dalam mendukung agenda-agenda penguatan mutu pendidikan Ma’arif. Dalam pernyataannya, beliau menggambarkan INSURI sebagai ruang kolaborasi yang selalu terbuka bagi berbagai kegiatan peningkatan kapasitas lembaga pendidikan Islam.
“INSURI Ponorogo sangat mengapresiasi inisiatif LP Ma’arif NU Ponorogo dalam memperkuat pemahaman instrumen akreditasi dan literasi digital bagi madrasah. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu lembaga pendidikan beradaptasi dengan standar nasional, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Ponorogo. Kami siap mendukung penuh upaya peningkatan mutu ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Basuki, M.Ag, dalam penjelasannya menyoroti pentingnya kesiapan madrasah dalam menghadapi dinamika akreditasi terbaru. Ia menyampaikan bahwa regulasi baru menuntut madrasah untuk tidak hanya memahami instrumen, tetapi juga memperkuat bukti fisik, tata kelola data, dan inovasi berbasis teknologi.
“Perubahan instrumen akreditasi membawa tantangan baru. Karena itu, madrasah harus memahami arah kebijakan ini dan menyesuaikan diri dengan tata kelola yang lebih profesional. Pemanfaatan website juga merupakan bagian dari kemandirian lembaga. Website bukan sekadar etalase, tetapi alat komunikasi, dokumentasi, dan pelayanan publik,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan konsistensi, LP Ma’arif NU Ponorogo juga memberikan Penghargaan Website Teraktif kepada beberapa madrasah yang dinilai unggul dalam pengelolaan media digital. Penghargaan ini menjadi simbol komitmen lembaga terhadap inovasi dan penggunaan teknologi sebagai bagian integral dari pengelolaan pendidikan modern.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka ruang dialog antara pengelola madrasah dan LP Ma’arif. Melalui kegiatan ini, INSURI Ponorogo dan LP Ma’arif NU Ponorogo memperkuat sinergi dalam mendorong madrasah menjadi lebih adaptif, mandiri, dan memiliki tata kelola digital yang lebih maju.
Dengan menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini, INSURI Ponorogo menegaskan perannya sebagai mitra akademik yang aktif dalam penguatan mutu pendidikan Islam di Ponorogo dan sekitarnya.