Penutupan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler INSURI Ponorogo di Kecamatan Ngebel

28 Agustus 2025 09:50
Penutupan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler INSURI Ponorogo di Kecamatan Ngebel
Oleh Admisi INSURI

Insurinews, 28 Agustus 2025 – Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo resmi menutup kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler yang dilaksanakan di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Acara penutupan berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Ngebel dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Panitia KPM, Mahasiswa peserta, serta jajaran pejabat Kecamatan.

Kegiatan KPM yang telah berjalan lebih dari satu setengah bulan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa INSURI kepada masyarakat, sekaligus sarana implementasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Kecamatan Ngebel, yang dikenal dengan potensi wisata Telaga Ngebel dan kekayaan budaya lokalnya, menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian yang mencakup aspek pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

Dalam sambutannya, Camat Ngebel menyampaikan apresiasi tinggi kepada INSURI Ponorogo atas kontribusi mahasiswa yang telah memberikan warna baru di tengah masyarakat. “Kami merasakan betul keberadaan mahasiswa KPM di desa-desa se-Kecamatan Ngebel. Mereka tidak hanya membantu dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga menggerakkan masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan, pemberdayaan remaja, serta mendukung kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan menegaskan bahwa KPM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran sosial yang penting. “Kami ingin mahasiswa benar-benar belajar hidup bersama masyarakat, memahami problem nyata di lapangan, serta memberikan solusi kreatif sesuai kemampuan mereka. Apa yang sudah dilakukan di Ngebel diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi intelektual yang peka dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Kiprah Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Selama pelaksanaan KPM, mahasiswa INSURI Ponorogo aktif mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari TPQ dan pengajian untuk anak-anak, pelatihan administrasi sederhana untuk perangkat desa, penyuluhan kesehatan dan kebersihan lingkungan, hingga penguatan literasi digital bagi remaja. Selain itu, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam mendukung agenda keagamaan masyarakat, seperti peringatan tahun baru Islam, yasinan, dan kegiatan sosial lainnya.

Salah satu program yang mendapat apresiasi luas adalah pengelolaan bank sampah sederhana di beberapa desa, yang melibatkan ibu-ibu PKK dan karang taruna. Program ini tidak hanya mendidik masyarakat untuk peduli lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dipilah.

Seorang mahasiswa peserta KPM mengungkapkan pengalamannya dengan penuh kesan. “Kami belajar banyak dari masyarakat Ngebel, terutama tentang kearifan lokal, gotong royong, dan kepedulian sosial. Meski awalnya kami hanya membawa konsep, masyarakatlah yang benar-benar memberi kami pelajaran hidup,” katanya.

Makna dan Harapan

Penutupan KPM Reguler di Ngebel bukanlah akhir dari pengabdian, tetapi awal dari tanggung jawab moral mahasiswa untuk terus membawa semangat pengabdian di manapun mereka berada. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Panitia KPM INSURI Ponorogo Dr. Muhammad Misbahuddin, M.Hum menyatakan bahwa KPM harus melahirkan agen perubahan. “Kita ingin mahasiswa tidak berhenti pada laporan kegiatan, tetapi melanjutkan semangat pengabdian ini setelah kembali ke kampus dan ke tengah masyarakatnya masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, pihak kecamatan juga berharap agar kerja sama dengan INSURI Ponorogo terus berlanjut di masa depan. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk kegiatan pengabdian dari mahasiswa INSURI. Kehadiran mereka memberi energi positif bagi masyarakat Ngebel,” tambah salah satu pejabat kecamatan.

Menutup dengan Penuh Syukur

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto untuk mengabadikan momen kebersamaan. Para mahasiswa, meski berat hati meninggalkan lokasi, merasa bangga dapat berkontribusi walau dalam waktu terbatas.

Penutupan KPM Reguler INSURI Ponorogo di Kecamatan Ngebel menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali visi kampus dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara sosial. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa ditempa untuk menjadi insan yang berkarakter, berdaya guna, dan mampu membawa perubahan positif.

Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara INSURI Ponorogo dan Kecamatan Ngebel terus terjalin dalam berbagai program kolaboratif. KPM telah membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata bagi pembangunan daerah.