Seminar Nasional Pengembangan LPTNU di Era Revolusi Industri 4:0
Rabu (1/5) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) sudah seharusnya beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri 4:0, itulah sebagian paparan dari narasumber kegiatan sarasehan dan seminar nasional di INSURI Ponorogo pada Rabu (1/5). Kegiatan dengan tema "Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi NU dalam Menghadapi Revolusi Industri 4:0" ini digelar di Aswaja Hall pukul 09.00-12.00 WIB. Tidak kurang dari 100 peserta yang terdiri dari civitas akademika INSURI mulai dari Pengurus Yayasan YAPERTINUKA, Rektor, Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Ketua Prodi, Kepala Lembaga, Dosen, segenap karyawan beserta tamu undangan di lingkup PCNU Ponorogo dan banomnya turut meramaikan kegiatan tersebut. Kegiatan diawal dengan sambutan Rektor INSURI Dr. H. Marwan Salahuddin, M.Ag, dibuka oleh Ketua YAPERTINUKA Drs. KH. Moh. Muhsin, M.H dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Choliq Ridwan selaku Pembina Yayasan YAPERTINUKA.
Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si, narasumber seminar yang sekaligus menjadi Rektor UNISMA Malang saat ini, dalam paparannya ia menjelaskan bahwa dalam mengembangkan Perguruan Tinggi NU ada beberapa hal yang harus diketahui secara good theory and good practice. 1). Dibutuhakn leadership yang kuat guna membangun loyalitas dan dedikasi seluruh stakeholder. 2) Perguruan Tinggi harus didesain dengan paradigma menyenangkan publik. Segala layanan di bidang akademik, kemahasiswaan, administrasi, dan sarana prasarana harus memiliki prinsip yang menyenangkan publik. 3) Melakukan manajerial yang baik sesuai dengan SPMI yang telah disusun oleh PT. 4) Meningkatkan kesejahteraan serta membangun kesadaran dalam mindset dosen dan karyawan bahwa lembaga yang ditempati adalah lahan untuk ibadah dan bekerja, sehingga tumbuh kesadaran untuk meningkatkan loyalitas dan dedikasi dari masing-masing dosen dan karyawan. 5) Tidak menghilangkan tradisi an-Nahdliyyah saat membuka dan menutup segala kegiatan di PT. 6). Menghilangkan budaya yang dinilai tidak baik seperti santai-santai saat bekerja dan upayakan untuk selalu menghargai kinerja orang lain meskipun itu kecil. 7) Meningkatkan spiritualitas seluruh pengguna agar lembaga menjadi lebih baik. Dengan demikian, Perguruan Tinggi NU akan mudah bangkit sebagaimana Islam mampu bangkit dalam memajukan peradaban Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.